Seperti kita ketahui bahwa tingkat
keberhasilan program bayi tabung di Indonesia saat ini adalah 60%. Ini artinya
hanya 6 orang dari 10 orang peserta program bayi tabung yang berhasil
mendapatkan keturunan.
Selebihnya mereka mengalami kegagalan. Sebagian dari
mereka yang mengalami kegagalan tentu ingin mencoba kembali program bayi tabung
pada kesempatan berikutnya.
Namun ada juga peserta program bayi tabung yang
berhasil juga ingin mengulang kesuksesannya untuk mendapatkan anak kedua dan
seterusnya.
Sebelum mengikuti kembali program
berikutnya pasti Anda akan bertanya-tanya “Apakah ikut program bayi tabung:
aman berkali-kali?” Artikel singkat berikut ini akan mencoba mengupasnya.
Menilik proses pembuatan bayi tabung
Istilah
bayi tabung merupakan bayi hasil proses pembuahan sel telur oleh sperma yang
dilakukan di dalam cawan petri/tabung laboratorium.
Sebelum sang ibu mengalami
fase ovulasi, sel telur yang matang diambil dari ovarium dengan alat endoskopi
vagina. Dengan dibantu ultrasonografi proses pengambilan sel telur dapat
dimonitor melalui layar komputer.
Selanjutnya sel telur yang telah diambil
diletakkan dalam sebuah tabung guna dilakukan persilangan dengan sel sperma.
Agar dapat berkembang menjadi embrio, maka hasil persilangan disimpan dalam
sebuah tempat persemaian mirip seperti tuba falopii.
Melalui proses
penggandaan, sel-sel calon embrio akan berkembang dalam waktu 2-3 hari. Jika
sudah menjadi embrio, maka proses berikutnya yaitu proses implantasi ke dalam
rahim calon ibu supaya embrio tersebut dapat berkembang menjadi bayi.
Jika
proses implantasi berhasil, maka calon ibu akan mengalami kehamilan seperti
biasa.
Pada umumnya dokter akan memberikan
injeksi hormon dan stimulasi lainnya dengan tujuan agar sel telur yang
dihasilkan mempunyai kualitas yang baik.
Sementara calon ayah juga diminta
untuk meningkatkan kualitas sperma melalui bimbingan dokter.
Hasil pengambilan
sel sperma akan diseleksi oleh dokter untuk diambil sel sperma yang terbaik,
yaitu sel sperma yang pergerakannya cepat dan mampu bertahan hidup lama.
Bagaimana jika setelah implantasi calon
ibu tidak hamil ?
Sebenarnya dokter yang menangani bayi
tabung telah memikirkan jika proses bayi tabung tidak dapat berjalan sesuai
yang diharapkan. Mereka telah menyiapkan sel telur dan sel sperma yang telah
diambil yang kemudian dibekukan sebagai cadangan.
Sehingga jika percobaan bayi
tabung pertama gagal, maka dapat diulang kembali tanpa mengulanginya dari awal
kembali. Dengan beberapa kali percobaan, maka tingkat keberhasilan bayi tabung
dapat melebihi 50%.
Sebenarnya program bayi tabung aman
dilakukan berkali-kali selama usia calon ibu dan ayah masih memungkinkan untuk
mengikuti program bayi tabung. Hal ini disebabkan faktor utama keberhasilan
program bayi tabung tak lain adalah usia calon ibu dan ayah.
Semakin muda usia
peserta program bayi tabung maka semakin banyak pula tingkat keberhasilannya.
Sebaliknya jika usia peserta lebih dari 40
tahun maka semakin sedikit peluang berhasilnya.
Seperti kita ketahui bahwa kualitas sel
telur akan semakin menurun seiring bertambahnya usia. Apalagi kaum hawa akan
mengalami peristiwa menopause ketika menginjak usia 40 tahunan, dimana indung
telur sudah tidak mampu lagi memproduksi sel telur lagi. Oleh karena itu
sebelum usia Anda semakin menua, alangkah baiknya untuk tidak menunda program
bayi tabung jika dirasa memang sudah siap.
Di internet, sudah banyak pasangan suami
isteri yang memiliki anak kedua melalui program bayi tabung meskipun anak
pertama juga hasil dari program bayi tabung. Bahkan kabarnya artis dangdut Inul
Daratista pun ingin mengikuti program bayi tabung yang kedua
setelah sukses melahirkan bayi tabung pertama dengan nama Yusuf Ivender
Damares.
Semoga informasi di atas dapat
memberikan gambaran yang jelas sehingga Anda tidak ragu lagi mengikuti program
bayi tabung yang kedua atau kesekian kali.
sumber: http://artikelkesehatanwanita.com

0 Response to "APAKAH AMAN IKUT PROGRAM BAYI TABUNG BERKALI-KALI ???"
Posting Komentar