Sedia Payung Sebelum Hujan,
5 Cara Cegah DB
Tiap tahunnya Indonesia tak hanya ‘kebanjiran’ air hujan tetapi juga wabah
demam berdarah. Sebelum terkena, segera lindungi keluarga.. Apa saja yang bisa
dilakukan?
Demam berdarah atau DB benar-benar
makin jadi momok. Penyakit itu ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes betina
yang sebelumnya menggigit orang yang kena demam berdarah. Setelah virus
“mengeram” di tubuh nyamuk sekitar 8-10 hari, nyamuk tersebut sudah dapat
menularkannya pada orang lain. Bahkan, nyamuk ini dapat pula “menurunkan” virus
demam berdarah ke jentik-jentiknya.
Di tubuh
manusia virus akan berkembang biak, berkeliaran dalam darah selama dua hingga
tujuh hari ditandai dengan munculnya demam. Bila si sakit digigit nyamuk belang
hitam putih tersebut, virus masuk ke dalam nyamuk, dan akan ditularkan ke orang
lain lagi.
Tak cukup slogan 3M
Badan
Kesehatan dunia sudah mencoba mencari vaksin demam berdarah tetapi ternyata
cukup sulit. Pasalnya, ada empat jenis virus penyebab demam berdarah, dan vaksinasi
untuk satu atau dua strain virus saja malah meningkatkan beratnya penyakit.
Sehingga, sampai saat ini masih dicari vaksinasi untuk seluruh strain virus,
diduga vaksinasi belum akan tersedia dalam 5-10 tahun ke depan.
Jadi,
satu-satunya langkah mencegah demam berdarah saat ini adalah memutus rantai
penularan, termasuk mengenyahkan si nyamuk demam berdarah yang sudah digalakkan
pemerintah dengan slogan 3M. Cukupkah itu?
Menurut Centers for Disease Control
and Prevention (CDC), cara ini memang dapat mengurangi kembang biak nyamuk
terutama tingkat larva. Tetapi tetap tak mempengaruhi penularan penyakit demam
berdarah di masa-masa mendatang. Agaknya semua payung perlu dibuka sebelum
hujan terjadi. Apa saja yang bisa dilakukan?
1. Kenali
gejala DB
Walau sudah
basah sedikit, tak ada salahnya membuka payung untuk mencegah basah lebih
banyak. Mengenali secara dini gejala demam berdarah akan sangat membantu
mengatasi penyakit dan juga mencegah penularan pada orang lain. Ingatlah
kemungkinan demam berdarah bila Anda atau keluarga mengalami demam tinggi tanpa
sebab jelas, yang mendadak, dan terus menerus disertai tanda-tanda perdarahan,
yaitu uji bendung positif, dan/atau trombosit kurang 100.000/μl, dan/atau
hematokrit meningkat lebih atau sama dengan 40%. Sebaiknya, jika sudah ada yang
terdiagnosis demam berdarah, laporkan pada ketua RT atau pejabat kesehatan
setempat. Jangan sampai jatuh korban lagi.
2. Lakukan
penyemprotan insektisida (fogging)
Lakukan
penyemprotan di lingkungan Anda bila sudah ditemukan penderita demam berdarah,
sekurang-kurangnya 3 penderita demam tanpa sebab yang jelas, apalagi bila
ditemukan jentik-jentik nyamuk di lokasi tersebut. Penyemprotan dilakukan 2
kali dengan jeda satu minggu. Penyemprotan ini hanya untuk membunuh sebagian
nyamuk demam berdarah dewasa, bukan artinya lingkungan Anda sudah benar-benar
terbebas demam berdarah. Selama masih ada jentik, akan muncul nyamuk baru, dan
penularan pun akan terulang lagi.
3. Menebarkan
bubuk abate
Bubuk abate
berguna untuk membasmi jentik nyamuk Aedes. Tebarkan di tempat-tempat air umum,
penampungan air dan bangunan terutama yang sudah dihuni oleh jentik-jentik.
Dosisnya 1 sendok makan peres (10 gram) abate untuk 100 liter air.
4. Jangan
bosan 3 M
Jangan
sepelekan slogan 3 M. Bila setiap orang di lingkungan Anda menyadari tak ada
tempat sama sekali untuk nyamuk berkembang biak, wabah demam berdarah di
lingkungan Anda bisa dicegah. Ingatlah untuk menguras tempat penampungan air
sekurang-kurangnya seminggu sekali dan tebarkan bubuk abate untuk mencegah
jentik. Lalu, menutup rapat-rapat tempat penampungan air, dan mengubur atau
membuang barang bekas yang bisa menampung air. Jangan sepelekan kaleng cola
bekas Anda minum malam kemarin, pembungkus plastik yang Anda buang di pinggir
jalan, dan penampung air di pot bunga Anda. Semua bisa menjadi tempat nyamuk
bertelur dan bila dibiarkan, Anda telah menyambung rantai penularan demam
berdarah.
5. Lindungi diri Anda dan keluarga dari gigitan
nyamuk
Terutama di
musim-musim hujan seperti ini, tentu jamak bila nyamuk berlipat ganda.
Melindungi kulit tak hanya membuat Anda terlindung dari gatalnya bekas gigitan
nyamuk, tetapi juga penularan penyakit. Pakailah repelen nyamuk, dan gunakan
pakaian tertutup bila bepergian ke tempat yang tidak diketahui status demam
berdarahnya, apalagi bila keluar kota. Ingatlah, di manapun Anda bisa digigit
nyamuk demam berdarah. Hindari pula tempat-tempat yang padat. Usahakan rumah
Anda memakai kasa nyamuk dan nyalakan pendingin ruangan.
Mengenal
Si Pembawa Virus
|
§ Nyamuk penular demam berdarah sebenarnya
bukan hanya Aedes aegypti, namun nyamuk inilah yang paling banyak tinggal di
sekitar manusia. Konon, awalnya nyamuk ini berasal dari Mesir dan menyebar ke
seluruh dunia lewat kapal laut atau udara.
§ Nyamuk Aedes aegypti menyukai air bersih
yang tidak berhubungan langsung dengan tanah. Semua tempat bisa
disambanginya, kecuali wilayah yang dingin, yaitu lebih dari 1000 meter di
atas permukaan laut. Umur nyamuk betinanya berkisar 2 minggu sampai 3 bulan,
rata-rata 1,5 bulan. Bisa terbang hingga 40-100 meter dari tempat
perkembang-biakannya. Ia senang beristirahat di dalam rumah, di antara
gantungan baju, gorden, dan kamar yang gelap serta lembab.
|

0 Response to "WASPADA NYAMUK AEDES DI MUSIM PENGHUJAN SEPERTI TAHUN 2016 INI."
Posting Komentar